Kamis, 23 Januari 2014

Analisis Kuesioner



1.     Pendahuluan
Tugas selanjutnya untuk softskill Metode Penelitian adalah mencari atau membuat kuesioner dan dianalisis. Tugas yang saya buat adalah mencari kuesioner dan dianalisis. Kuesioner yang saya analisis ini bersumber dari salah satu mahasiswi Piskologi Unika Atma Jaya Jakarta yang sedang mengumpulkan data untuk keperluan skripsi. Kuesioner ini terdiri dari 60 pernyataan dan akan diberikan petunjuk untuk menjawab pernyataan yang ada. Setiap pertanyaan harus memperhatikan instruksi yang ada dan memeriksa kembali apakah semua pernyataan telah dijawab. Sebagai informasi, topik skripsi adalah body image satisfaction. Berikut adalah Kuesioner nya.

2.                 Kuesioner
Pilihan Jawaban:
STS     : Sangat Tidak Setuju
TS        : Tidak Setuju
N         : Netral
S          : Setuju
SS        : Sangat Setuju
No
Pernyataan
STS
TS
N
S
SS
1.
Sebelum pergi ke hadapan umum, saya selalu memperhatikan penampilan saya





2.
Saya hanya membeli pakaian yang akan membuat saya berpenampilan terbaik





3.
Saya dapat lulus mengikuti sebagian besar tes kebugaran fisik





4.
Penting bagi saya untuk memiliki fisik yang kuat





5.
Tubuh saya menarik secara seksual





6.
Saya tidak mengikuti program latihan fisik yang rutin





7.
Saya memiliki kendali atas kesehatan saya





8.
Saya mengetahu banyak hal yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik saya





9.
Saya secara sengaja menerapkan gaya hidup sehat





10.
Saya terus menerus merasa khawatir akan menjadi gemuk





11.
Saya menyukai penampilan saya apa adanya





12.
Saya memeriksa penampilan saya di cermin kapan pun saya bisa





13.
Sebelum pergi, saya biasa menghabiskan banyak waktu bersiap-siap





14.
Saya memiliki ketahanan fisik yang baik





15.
Berpartisipasi dalam kegiatan olahraga bukan hal yang penting bagi saya





16.
Saya tidak secara aktif melakukan berbagai hal yang dapat membuat saya bugar





17.
Kondisi kesehatan saya naik-turun secara tidak terduga





18.
Kesehatan yang baik adalah salah satu hal yang terpenting dalam hidup saya





19.
Saya tidak melakukan hal-hal yang saya ketahui dapat membahayakan kesehatan saya





20.
Saya sangat menyadari perubahan yang terdajadi pada berat badan saya, walaupun perubahan itu kecil





21.
Kebanyakan orang menganggap saya memiliki penampilan yang menarik





22.
Adalah hal yang penting bagi saya untuk selalu terlihat menarik





23.
Saya menggunakan sedikit produk perawatan tubuh





24.
 Saya mudah mempelajari keterampilan fisik





25.
Memiliki kesehatan fisik yang baik bukan prioritas utama dalam hidup saya





26.
Saya melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan kekuatan fisik saya





27.
Saya jarang sakit secara fisik





28.
Saya menyianyiakan kesehatan saya





29.
Saya sering membaca buku-buku dan majalah-majalah yang berhubungan dengan kesehatan





30.
Saya menyukai penampilan saya tanpa busana





31.
Saya tidak nyaman bila tidak melakukan perawatan tubuh dengan benar





32.
Saya biasanya memakai pakaian yang praktis tanpa peduli efeknya terhadap penampilan saya





33.
Performa saya buruk dalam bilang olahraga dan permainan





34.
Saya jarang berpikir mengenai kemampuan fisik saya





35.
Saya berusaha untuk meningkatkan stamina fisik saya





36.
Saya tidak pernah tahu kondisi tubuh saya dari hari ke hari





37.
Jika saya sakit, saya tidak terlalu memperhatikan gejala-gejala yang muncul





38.
Saya tidak melakukan usaha khusus untuk mengkonsumsi makanan yang seimbang dan bergizi





39.
Saya suka jika pakaian yang saya gunakan pas di tubuh saya





40.
Saya tidak peduli bagaimana pendapat orang lain mengenai penampilan saya





41.
Saya melakukan perawatan khusus untuk rambut saya





42.
Saya tidak menyukai tubuh saya





43.
Saya tidak berusaha untuk meningkatkan kemampuan saya di bidang aktivitas fisik





44.
Saya berusaha untuk aktif secara fisik





45.
Saya sering merasa tubuh saya rentan terhadap penyakit





46.
Saya memperhatikan tubuh saya secara teliti akan tanda-tanda munculnya penyakit





47.
Jika saya terserang flu atau demam, saya mengabaikannya dan beraktivitas seperti biasa





48.
Saya tidak menarik secara fisik





49.
Saya tidak pernah memikirkan penampilan saya





50.
Saya selalu berusaha untuk memperbaiki penampilan fisik saya





51.
Saya memiliki koordinasi tubuh yang baik





52.
Saya mengetahui banyak hal mengenai kebugaran fisik





53.
Saya melakukan olahraga secara rutin sepanjang tahun





54.
Saya adalah orang yang sehat secara fisik





55.
Saya sangat meyadari perubahan sekecil apa pun pada kesehatan fisik saya





56.
Saat muncul gejala awal penyakit, saya langsung ke dokter





57.
Saya sedang melakukan diet untuk menurunkan berat badan






Untuk pernyataan nomor 58:
1                    : tidak pernah
2                    : jarang
3                    : kadang-kadang
4                    : sering
5                    : sangat sering

No
Pernyataan
1
2
3
4
5
58.
Saya berusaha menurunkan berat badan dengan cara berpuasa atau melakukan diet ketat








Untuk pernyataan nomor 59-60:
1                    : Sangat kurus
2                    : Agak kurus
3                    : Normal
4                    : Agak gemuk
5                    : Gemuk

No
Pernyataan
1
2
3
4
5
59.
Saya merasa bahwa saya





60.
Menurut saya, orang lain menganggap saya






3.                 PEMBAHASAN DAN ANALISIS
Analisis dilakukan terhadap kuesioner. Analisisnya dimulai dari sumber data (apakah data primer atau sekunder, apakah data time series atau cross section,  apakah data kualitatif atau kuantitatif). Analisis juga dilakukan terhadap kerangka sampel, unit sampel, penentuan ukuran sampel, metode pemilihan sampel sampai ke skala pengukuran. Berikut analisis lengkapnya.
·      Data yang didapat termasuk data primer. Dikatakan data primer sebab data  dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung ( menyebarkan kuesioner).
·      Data termasuk data cross section. Dikatakan cross section sebab data dikumpulkan pada suatu waktu tertentu dengan tujuan menggambarkan keadaan. ( Kuesioner disebarkan hanya pada saat itu, terkait penyelesaian skripsi, tidak untuk dari waktu ke waktu).
·      Data termasuk data kualitatif. Dikatakan kualitatif sebab data tidak berupa angka atau bilangan melainkan berupa kata atau kalimat (Dalam Kuesioner terdapat instruksi jawaban setuju;tidak setuju dan semacamnya).
·      Penelitiannya termasuk penelitian kuantitatif. Sebab penelitian mengacu pada context of justification, pada dasarnya menguji teori yang berkaitan dengan masalah penelitian memlaui kerangka berpikir yang dirumuskan dalam hipotesis penelitian. (Kuesioner berisi serangkaian pernyataan tentang bagaimana seseorang berpikir, merasakan, atau berperilaku yang akan dikaitkan dengan pribadi masing-masing).
·      Kerangka sampel nya ditargetkan pada mahasiswa Unika Atma jaya Jakarta.
·      Unit sampel nya disebar dalam tiga tahap. Kuesioner tersebar sebanyak 120 kuesioner dengan tiga tahap. Tahap pertama 40 kuesioner, Tahap kedua 50 kuesionerdan tahap ketida 30 kuesioner.
·      Penentuan ukuran sampel nya sebesar 95%. Peneliti yakin bahwa 95% data yang ada dapat terpenuhi dengan toleransi 5%.
·      Teknik pengumpulan data secara instrumen dengan bentuk kuesioner.
·      Skala dalam penelitian adalah skala ordinal. Sebab dalam kuesioner berisi instruksi dengan menunjukkan kategori juga peringkat. Misal Jarang;Sering, Gemuk;Amat Gemuk.
·      Skala juga hisa disebut skala likert sebab dalam kuesioner juga terdapat instruksi untuk jawaban Setuju;Sangat tidak setuju.

Demikian analisis untuk tugas metode penelitian dalam analisis kuesioner. Tigas ini dibuat guna memenuhi nilai metode penelitian sebagai mahasiswi Universitas Gunadarma (www.gunadarma.ac.id).

KOOSHARDIANTINI
3ID05
34411010

PROPOSAL PENELITIAN



PROPOSAL PENELITIAN

1.                  Pendahuluan
Pendahuluan dari pembuatan proposal ini terdiri dari latar belakang, rumusan masalah serta tujuan penelitian. Berikut akan dijelaskan latar belakang, rumusan masalah dan tujuan penelitian. Perlu diketahui bahwa proposal penelitian yang dibuat terkait tingkat kematian manusia akibat rabies di Indonesia (Hewan anjing sebagai pembawa utama).
A.    Latar Belakang
Rabies merupakan penyakit zoonosis yang menyerang sistem saraf pusat sehingga dapat berakibat fatal. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus famili Rhabdovirus dan dapat menyerang ke semua sepesies mamalia termasuk manusia. Penyakit ini disebarkan oleh hewan tertular rabies dan anjing merupakan pembawa utama yang dapat melangsungkan siklus infeksi penyakit rabies. Adanya kontak air liur dengan membrana mukosa melalui luka dapat menyebabkan penularan rabies. Hal tersebut sama halnya dengan gigitan maupun cakaran yang juga dapat menularkan infeksi. Rabies menjadi salah satu perhatian utama pada sektor kesehatan masyarakat di beberapa negara di Asia, rabies ini merupakan salah satu penyakit yang menjadi prioritas secara nasional . Penyakit ini bersifat endemis  di Indonesia dan telah menyerang 24 provinsi dari 33 provinsi dan rata-rata 150-300 kasus kematian manusia akibat rabies setiap tahunnya. Kasus rabies pertama kali dilaporkan di Jawa Barat pada anjing tahun 1889 dan kasus rabies pada manusia tahun 1894.
B.     Rumusan Masalah
Terkait pendahuluan yang dipaparkan diatas maka dapat diformulasikan masalah sebagai berikut. Bagaimana mengetahui alasan rasa rakut (phobia) terhadap hewan anjing. Bagaimana mengetahui langkah awal apabila digigit anjing. Apa saja faktor yang mempengaruhi penularan rabies. Apa metode pengendalian dan pencegahan terhadap rabies yang disebabkan oleh anjing.
C.    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian dari kasus tingkat kematian manusia akibat rabies anjing. Tujuannya disebutkan dalam hal dibawah ini.
1.      Rasa takut (Phobia) terhadap hewan Anjing.
2.      Mengetahui langkah awal apabila digigit anjing.
3.      Mengetahui faktor yang mempengaruhi penularan rabies.
4.      Mengetahui metode pengendalian dan pencegahan terhadap rabies yang disebabkan oleh anjing.
5.      Mengetahui alasan sebagian masyarakat phobia terhadap anjing.

2.      Landasan Teori
Rabies
Penyakit Rabies merupakan penyakit yang menakutkan. Manusia dapat tertular penyakit ini lewat gigitan hewan perantara pengidap penyakit Rabies. Penyakit Rabies ini adalah penyakit menular yang akut dan menyerang susunan syaraf pusat, yang dicirikan dengan gejala syaraf, agresif, photophobia (takut terhadap sinar), hydrophobia (takut terhadap air) dan selalu diakhiri dengan kematian. Di Indonesia, hewan yang peka terhadap penyakit Rabies adalah anjing, kucing dan kera. Biasanya hewan yang mengidap penyakit Rabies cenderung menyerang siapa saja yang dianggap mengganggunya atau berada di dekatnya, terutama benda yang bergerak.
Penyebab penyakit Rabies adalah virus RNA berbentuk peluru yang tergolong dalam Genus Lyssavirus dan Familia Rhabdoviridae.
a. Rabies Pada Manusia
 Masa inkubasi rabies (masa masuknya virus Rabies ke dalam tubuh hingga menimbulkan gejala) pada manusia umumnya terjadi berkisar antara 3 sampai 8 minggu. Tetapi inipun masih terdapat keragaman yang besar antara satu kasus dengan kasus lainnya yaitu antara 10 hari (yang tercepat) sampai hingga 8 bulan.
Gejala klinis pada masa prodromal (masa antara 2 sampai 4 hari setelah infeksi) adalah pusing kepala dan adanya sedikit kenaikan suhu badan antara 1 sampai 2 oC, malaise (perasaan tidak enak badan yang tidak jelas) dan gelisah, sedangkan pada tempat infeksi terasa aneh. Kemudian ada gejala stimulasi syaraf simpatis sehingga terlihat adanya insomnia. Air liur yang berlebih (hypersalivasi) terjadi karena susah atau tidak bisa menelan ludah dan bila berusaha menelan akan tercekik sehingga terlihat gejala hidrofobia. Angka kematian (“case fatality rate”) mencapai 100% dan karenanya penyakit Rabies dikenal sebagai penyakit yang sangat menakutkan karena hampir selalu menimbulkan kematian (“almost always fatal”) bila telah timbul gejala klinis.


Langkah pertama yang perlu dilakukan apabila ada orang yang tergigit anjing :
1. Cuci segera luka gigitan dengan sabun atau detergen, kemudian dibilas dengan air bersih (air mengalir), setelah itu dicuci dengan Alkohol 70%. Setelah kering olesi luka dengan Jodium Tincture.
2. Segera bawa penderita ke dokter, Puskesmas terdekat untuk menerima pengobatan lebih lanjut.
3. Laporkan segera kepada Petugas Dinas Peternakan setempat tentang anjing yang menggigit (nama pemilik dan alamat tinggalnya)

Langkah pertama yang perlu dilakukan bagi pemilik anjing yang menggigit orang:
1. Anjing segera diisolir, dirantai atau dikandangkan tersendiri.
2. Segera periksakan anjing tersebut kepada petugas Dinas Peternakan setempat (Bandung-Bio Farma).
3. Siapkan dan Bawalah kartu atau buku vaksinasi Rabies (bila hewan sudah pernah divaksinasi sebelumnya).
4. Bila anjing yang menggigit mati mendadak dalam waktu kurang dari 1 minggu sesudah menggigit, bangkainya harus segera diserahkan kepada Dinas Peternakan setempat untuk diadakan tes uji guna mengetahui apakah positif terserang dan mati karena penyakit Rabies
Demi keselamatan bersama, sebaiknya anjing yang menggigit orang harus langsung dibawa ke Dinas Peternakan setempat untuk diperiksa dan diobservasi dengan teliti, bila dicurigai, akan dikarantina selama 7 sampai 14 hari dan bila negative dapat diambil dan dibawa pulang kembali.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENULARAN
a. Virus di air liur (saliva) pengigit : hewan yang positif Rabies belum tentu menularkan Rabies melalui gigitan karena hanya 50 sampai 90% dari hewan yang mati karena rabies mengandung virus Rabies dalam salivanya.
b. Kepekaan species hewan : adalah suatu kenyataan bahwa satu species akan lebih tahan terhadap Rabies daripada species lainnya. Faktor yang mempengaruhi kepekaan hewan terhadap infeksi Rabies adalah umur hewan, cara infeksi dan sifat virus.
c. Tempat gigitan : bila orang atau hewan tergigit di tangan (kaki depan), kepala atau leher maka ia akan mudah dan/atau lebih cepat terkena rabies. Hal ini terjadi bukan karena jauh atau dekatnya tempat gigitan tersebut dengan susunan syaraf pusat (CNS), tetapi karena lebih banyaknya jumlah syaraf perifer yang ada di bagian-bagian tersebut sehingga memudahkan penyebaran virus karena sifat neurotropik dari virus Rabies.
d. Pengobatan anti Rabies : hewan atau orang yang mendapatkan pengobatan antirabies, baik untuk pencegahan atau untuk pengobatan dengan serum akan menjadi lebih resisten terhadap infeksi.

METODE PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN
Pencegahan dapat dilakukan dengan cara :
- Melakukan program vaksinasi penyakit Rabies secara teratur setahun sekali ke Dinas Peternakan setempat atau ke Dokter Hewan terdekat.
- Pemeliharaan anjing sebaik mungkin, pengamatan sifat kebiasaan sehari-hari, bila terlihat perubahan-perubahan secara mendadak dalam sifat-sifat diluar kebiasaannya, segera periksakan pada dokter hewan praktek terdekat.
- Sebaiknya anjing tidak selalu dibiarkan berkeliaran di luar rumah tanpa dapat dikendalikan.
- Anjing yang dicurigai atau agak berubah perangainya sebaiknya diisolir dan tidak dicampur dengan anjing lainnya.
- Karena ganas dan berbahayanya penyakit Rabies, maka pencegahan dan pemberantasannya harus dilakukan secara intensif dan sedini mungkin.
Dalam pengendalian penyakit ini yang paling utama untuk dilakukan adalah pencegahan penyakit pada manusia dan pengendalian atau eradikasi penyakit pada hewan. Untuk mencapai tujuan tersebut dipakai 3 prinsip program yaitu :
1.Pencegahan keterpaparan (“exposure”) ke hewan rabies.
2. Pengobatan setelah terpapar.

3.      Metode Penelitian
Metode penelitian membahas unit analisis penelitian, data dan variabel, teknik pengumpulan data dan teknik pengolahan data. Berikut pembahasannya.
·      Objek atau Unit Analisis
Berikut unit analisis yang tergambar dalam gambar dibawah ini. Data yang telah dikumpulkan digambarkan melalui grafik. Hasil menunjukkan dari tahun ke tahun kasus kematian manusia akibat rabies menurun namun tidak memperkecil resiko untuk manusia tertular infeksi rabies.
·         METOLIT5.pngData dan Variabel
METOLIT2.pngDisebut data kuantitatif karena data yang didapat berupa angka.
Tipe hubungan antar variabel penelitian terlihat dari gambar dibawah ini menunjukkan hubungan sebab-akibat. Dikatakan hubungan sebab akibat karena penyebab tingkat kematian manusia akibat gigitan anjing di bali ( rabies anjing) maka diadakan vaksinisasi pada anjing, meningkatnya keperdulian masyarakat terhadap penyakit rabies.

·           Teknik Pengumpulan Data
Dari penelitian yang telah dilakukan, jenis data termasuk data time series atau sesuai rentetan waktu, ini terlihat dari tingkat kematian manusia akibat gigitan anjing di propinsi Bali dari tahun 2008-2011. Namun yang peneliti lakukan adalah ia mengumpulkan data dalam 1 kali survey jadi dapat dikatakan sebagai studi 1 tahap.

·           Teknik Pengolahan Data
Pengolahan data akan membahas mengenai data yang diapat. Dari data yang didapat, studi termasuk studi deskriptif karena penelitian terhadap populasi tertentu yang diperoleh peneliti dari subyek berupa populasi tertentu. Data yang dikumpulkan termasuk time series atau sesuai rentetan waktu. Data yang terkumpul berupa data kuantitatif karena data berupa angka. Kerangka sampelnya mengacu pada sekelompok manusia di Indonesia khususnya daerah Bali.
4.      Daftar Pustaka
repository.usu.ac.id/bitstream/.../4/Chapter%20II.pdf
www.kesehatan123.com › KesehatanRabies

5.      Jadwal Pelaksanaan Penelitian
            Berdasarkan penelitian penelitian sebelumnya yang telah dilaksanakan terkait pengumpulan data tingkat kematian manusia akibat gigitan anjing adalah terkahir di tahun 2011. Maka pelaksaan penelitian kali ini akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2014. Pelaksanaan dengan mengumpulkan data kembali terkait angka kematian manusia akibat gigitan anjing dilihat dari 3 tahun sebelumnya.

Tugas diatas dibuat guna memenuhi tugas ke-empat terkait mata kuliah semester lima sebagai mahasiswi Universitas Gunadarma (www.gunadarma.ac.id) teknik industri, mata kuliah metode penelitian. Demikian tulisan diatas dibuat, terima kasih atas sumber yang menjadi acuan dan inspirasi dalam penyelesaian tugas ini.
KOOSHARDIANTINI_34411010_3ID05